Perbandingan Besi dan Stainless Steel
17/9/2024
Apa Itu Besi?
Besi adalah unsur kimia yang termasuk dalam golongan logam transisi dan terletak di periode keempat, kelompok 8 pada tabel periodik. Nomor atomnya adalah 26, dan simbol kimianya adalah Fe, yang berasal dari kata Latin "ferrum."
Secara alami, besi biasanya ditemukan dalam bentuk bijih besi, seperti hematit dan magnetit. Proses ekstraksi besi dari bijih besi melibatkan reaksi kimia, di mana oksigen dihilangkan dari bijih untuk menghasilkan besi murni.
Besi yang dihasilkan kemudian dapat digunakan secara langsung atau diubah menjadi berbagai bentuk dan paduan sesuai kebutuhan.
Besi yang dihasilkan kemudian dapat digunakan secara langsung atau diubah menjadi berbagai bentuk dan paduan sesuai kebutuhan.
Sifat-sifat besi yang membuatnya penting dalam berbagai aplikasi meliputi kekuatan yang tinggi, kemampuan untuk membentuk berbagai struktur, dan konduktivitas termal dan listrik yang baik.
Namun, kelemahan utama besi adalah ketidakmampuannya untuk bertahan dari korosi dengan baik. Besi rentan terhadap pembentukan karat jika terpapar oksigen dan air dalam waktu yang cukup lama.
Apa Itu Stainless Steel ?
Stainless steel merupakan paduan dari besi dan karbon. Material ini tersusun dari penambahan campuran kromium serta paduan elemen lain seperti nikel dan mangan.
Biasa disebut sebagai baja tahan karat, ada beberapa sifat fisik dasar yang dimiliki oleh stainless steel di mana bahan ini dikenal tahan terhadap korosi dan oksidasi.
Material ini bukan konduktor panas dan listrik yang baik, namun bisa ditarik magnet karena di dalamnya mengandung besi. Meskipun terbuat dari baja yang kuat dan keras, namun stainless steel termasuk mudah dibentuk.
Tanpa perlu adanya finishing, lapisan kromium mampu membuat stainless steel tampak begitu menarik.
Jenis-Jenis Stainless Steel yang Umum Digunakan
1. Martensitic
Stainless steel jenis martensitic mengandung chromium sebesar 10,5% sampai 18%, karbon mencapai 1,2%, dan nikel 2%. Itulah kenapa struktur martensitic terbentuk setelah pemanasan dilakukan. Sifatnya kuat dan keras, namun kurang tahan terhadap korosi.
2. Ferritic
Bila dibandingkan dengan tipe stainless steel lainnya, ferritic mempunyai harga yang lebih murah sehingga dapat mengurangi biaya operasi proyek. Jenis stainless steel satu ini mengandung karbon rendah dengan kromium dalam kadar tinggi, sehingga ketahanannya terhadap korosi meningkat pada suhu tinggi. Namun, karena sulit ditempa dengan panas, penggunaannya menjadi terbatas.
3. Austenitic
Austenitic merupakan stainless steel yang memiliki kandungan krom antara 17% sampai 25% dan nikel antara 8% hingga 20%. Untuk mencapai sifat yang diinginkan sesuai kebutuhan, biasanya terdapat elemen tambahan lain yang dicampur pada material tersebut. Austenitic sendiri terbagi menjadi beberapa tipe.
4. Duplex
Jenis stainless steel berikutnya yaitu duplex yang mengandung unsur nikel, kromium, molibdenum, dan nitrogen dengan kadar seimbang. Beberapa tipenya yaitu UNS S31803, UNS S32750, dan UNS S32750. Material ini cocok digunakan pada suhu rendah, antara -50°C sampai 300°C.
5. Precipitation Hardening
Precipitation hardening merupakan stainless steel yang diperoleh dari gabungan antara jenis martensitic dan austenitic. Jenis ini mempunyai unsur-unsur peningkat kekerasan seperti aluminium, tembaga, atau titanium. Adapun yang masuk dalam seri precipitation hardening yaitu AISI 17-4 PH, atau biasa juga disebut dengan nama AISI 360.
Setelah mengetahui perbandingan antara Besi dan Stainless Steel , anda dapat memilih bahan mana yang paling tepat digunakan pada kebutuhan anda
Konsultasikan bahan material anda pada kami di Dunia Material , kami menyediakan bahan material yang pastinya berkualitas dan sudah SNI